22.6.10

Manusia tanpa batas (No-limit Human)

Sebuah pernyataan yang sepertinya akan seru sekali apabila diperdebatkan. Manusia tanpa batas. Apakah ini merupakan sebuah kenyataan di dalam dunia yang memiliki batasan seperti hukum, aturan, dan adat?

Sebuah pernyataan yang pro akan hal ini keluar dari sepupu saya, H. Baginya manusia tidak punya batasan.
"Manusia tidak pernah merasa puas. Rasa puas tidak memiliki batas. Sehingga manusia tidak memiliki batas."
Hmm, pernyataan ini membuat kita menjadi ambigu. Apakah benar manusia tidak punya batas? kalau benar, seharusnya kita, manusia, tidak akan pernah terkalahkan oleh yang dinamakan emosi.

Emosi manusia seringkali menjadi "batasan" bagi banyak orang. Rasa sabar, rasa lapar, marah, senang, berbagai bentuk emosi seringkali menjadi batas atau penghalau seseorang dalam bertindak dan bahkan berpikir. Tidak dapat kita pungkiri bahwa banyak kesempatan dan juga penyesalan yang kita dapat karena terhadangan dengan "batas" itu sendiri terutama bagi kaum perempuan.

Kaum hawa seperti yang kita ketahui, sebagian besar digerakan dengan emosi di dalam diri mereka. "Fragile beings" as many would like to say. Sebuah bentuk emosi sedih terutama akan menjadi sebuah penghalang bagi seorang perempuan. Terkadang akan sulit bagi kita untuk melakukan sesuatu di saat emosi yang naik dan turun.

Saya rasa kita semua pada dasarnya tidak memiliki batas tertentu. Manusia pada dasarnya tidak akan pernah puas. Pernahkah kalian merasa cukup punya uang, cukup dicintai, dukup pintar, cukup sukses? Saya rasa tidak pernah kalian akan puas bahkan untuk puas berdoa dan terus menerus berserah diri pada iman.

Intinya bagi saya mungkin "Manusia tidak memiliki batas yang ada hanyalah perbedaan baik dan buruk, positif dan negatif"
Yah, intinya sebenarnya kita mampu untuk melakukan apapun yang kita mau asalkan tentunya kita memliki niat dan semangat serta diiringi dengan usaha. Satu-satunya kendala kita adalah ketika kita bisa atau tidak bisa, mampu atau tidak mampu, berusaha dan tidak berusaha, sedih atau senang, dan seterusnya. Ketikan meyakini beberapa hal di dalam diri kita dan mungkin beberapa orang menyebut mensugestikan pada diri mereka sendiri bahwa mereka bisa; Semuanya bisa terwujud.

Just like what Obama said:
YES, WE CAN !


0 komentar:

Poskan Komentar