Tentunya sebuah masalah yang berhasil dilewati tentunya tidak akan berarti tanpa sebuah refleksi.
Saya menyadari bahwa saya sangat kekanak-kanakan saat marah-marah penuh emosi di twitter. Yap, it was very child-like of me, immature and stupid. I was utterly emotional and freakin stupid. Hal-hal seperti ini sudah sepertinya tidak dilakukan dengan emosi. Mungkin ada bagian dari diri saya yang merasa sangat sedih. Bukan untuk diri saya sendiri namun tidak tega bagi saya melihat temen-temen saya yang tentunya bekerja secara langsung di dalamnya merasa tersakiti dengan kata-kata itu. I'm sorry you guys. Dunno why but i felt like I've let you down. :'(
Satu pelajaran bagi saya: resapi sebuah kritik. Memang terkadang menyakitkan dan dapat lebih menyakitkan lagi bagi teman-teman kita, bersabarlah. Tidak semua diksi orang akan sama dengan kita. Itu semua terbentuk karena lingkungan dan kebiasaan. You can become better and more mature than this.
Thank JT. You've made me learn something new.
Komentar ini telah dihapus oleh penulis.
BalasHapus