Tadi malam ada sebuah kejadian yang intinya sangat membuat emosi. Sebuah berawal dari sebuah situs micro-blogging yang sedang sangat in beberapa bulan ini, Twitter.
Di saat saya sedang bersantai ria sambil ber-BBM-an ria dengan L dan J, sebuah tweet dari seorang alumni menusuk saya. Katanya "Kecewa sm yearbook Gonzaga 21" . Wow, it's like a hurricane is coming in a hurry. Ya, intinya dia mem-post itu di sebuah situs jejaringan sosial yang dapat dibaca oleh khalayak umum. Saya layaknya seorang ketua apapun yang mendengarnya akan sangat tertohok. Diksi adalah langkah yang krusial di dalan jejaringan sosial yang hanya bergantung pada kata-kata tanpa intonasi apapun.
Otomatis saya segera mencari alasan dari ia mengatakan hal menyakitkan seperti itu. J membuat kontak BBMnya dan segera menanyakannya kepada orang itu. Intinya secara teknis kami memiliki banyak kekurangan seperti: pemilihan font yang kurang pas sehingga agar blur dengan latar belakangnya, blank spot, dan kekurangan-kekurangan teknis lainnya. Ya, saya akui memang banyak kekurangan teknis yang terjadi di dalamnya. I really appreciate that critiques really, but well we are not pro to tell you the truth. Teknik-teknik yang sangat mendetail tentunya tidak akan kami ketahui jika kami tidak kuliah desain seperti anda.
Saya yang sedang menahan teriak di rumah pun hanya bisa meluapkan kemarahan di situs yang sama dengan anda. Berbagai tweet penuh emosi saya lontarkan kepada anda. Sayangnya pada awalnya saya tidak tahu nama akun twitter anda, kalau saya tau akan langsug saya mention.
Di saat saya sedang bersantai ria sambil ber-BBM-an ria dengan L dan J, sebuah tweet dari seorang alumni menusuk saya. Katanya "Kecewa sm yearbook Gonzaga 21" . Wow, it's like a hurricane is coming in a hurry. Ya, intinya dia mem-post itu di sebuah situs jejaringan sosial yang dapat dibaca oleh khalayak umum. Saya layaknya seorang ketua apapun yang mendengarnya akan sangat tertohok. Diksi adalah langkah yang krusial di dalan jejaringan sosial yang hanya bergantung pada kata-kata tanpa intonasi apapun.
Otomatis saya segera mencari alasan dari ia mengatakan hal menyakitkan seperti itu. J membuat kontak BBMnya dan segera menanyakannya kepada orang itu. Intinya secara teknis kami memiliki banyak kekurangan seperti: pemilihan font yang kurang pas sehingga agar blur dengan latar belakangnya, blank spot, dan kekurangan-kekurangan teknis lainnya. Ya, saya akui memang banyak kekurangan teknis yang terjadi di dalamnya. I really appreciate that critiques really, but well we are not pro to tell you the truth. Teknik-teknik yang sangat mendetail tentunya tidak akan kami ketahui jika kami tidak kuliah desain seperti anda.
Saya yang sedang menahan teriak di rumah pun hanya bisa meluapkan kemarahan di situs yang sama dengan anda. Berbagai tweet penuh emosi saya lontarkan kepada anda. Sayangnya pada awalnya saya tidak tahu nama akun twitter anda, kalau saya tau akan langsug saya mention.
"Wiih, bagus ya ada anak kuliah desain ngomong tanpa mikirin kerja keras sekelompok anak sma bikin buku tahunan."
Kritik baik kok. Haha. Yang gw bingung aja, kenapa lu sebagai alumni g bantu kita. Wow fantastic. Cara ngomong lu kurang difilter ya."
"I don't care if you're offended. We're offended by disgraceful way of talking. Technically you're a pro, we? we're amateurs who work hard!!"
"Btw, thanks for the critiques, it would be very helpful for the class below. And one critique for you, try opening it with nicer sentence"
"Kritiknya g nyerang hanya kalimat pembukanya yang bikin emosi. Akan gw sampein ke angkatan selanjutnya."
"Untuk nanya ke alumni, gw udah nanya bahkan yg smesternya lebih tinggi, cuman pas proses finishing, gw rasa waktu itu pada mid."
Kritik baik kok. Haha. Yang gw bingung aja, kenapa lu sebagai alumni g bantu kita. Wow fantastic. Cara ngomong lu kurang difilter ya."
"I don't care if you're offended. We're offended by disgraceful way of talking. Technically you're a pro, we? we're amateurs who work hard!!"
"Btw, thanks for the critiques, it would be very helpful for the class below. And one critique for you, try opening it with nicer sentence"
"Kritiknya g nyerang hanya kalimat pembukanya yang bikin emosi. Akan gw sampein ke angkatan selanjutnya."
"Untuk nanya ke alumni, gw udah nanya bahkan yg smesternya lebih tinggi, cuman pas proses finishing, gw rasa waktu itu pada mid."
Setelah banyak tweet tanpa mention, akhirnya saya diberitahu oleh pacar sang alumni itu. Btw thanks D. Langsung saja saya mention kepada orang itu, sang alumni, karena memang ingin saya lakukan dari awal dan juga untuk membuktikan bahwa saya BUKAN PENGECUT seperti tweet dari D yang saya rasa menyindir saya. --> "Gw tau kalo dksitau psti dkira ofensif,& dugaan gw benar bukan?bahkan ngedumel tanpa mention orgnya.sepengecut itukah gonzaga sekarang?". Yaa, sekarang yang tidak mention siapa ya. Carry on.
Akhirnya saya mention ke alumni tersebut. Kata saya: jerry thanks buat kritik YB #21nya. Jujur gw sangat berterima kasih. Akan gw sampain ke angk bawah juga. tapi tolong juga, kalimat yang"mengecewakan" sangat menohok banyak pihak. Yang menyakitkan bukan kritiknya tp klimat itu. :). Ya, secara frontal saya katakan. Selanjutnya percakapan kami pun berlangsung dengan santainya. Ia ingin mengulang percakapannya dengan mengatakan ia tidak bermaksud ofensif dan sebagainya. Saya tahu alumni ini, dia adalah teman dari sepupu saya, H, dan dia bukanlah orang yang jelek tabiatnya. Semua berakhir dengan kami saling meminta maaf dan mengatakan bahwa ini akan jadi pelajaran kedua belah pihak. Kami sudah mengerti maksud satu sama lain. He's a good guy at heart but maybe, just maybe his mouth doesn't do him any justice.
Intinya kenapa saya emosi dengan sebuah kata? Kami, pekerja Buku Tahunan Angkatan ke-21, telah mengerjakan semua ini dengan kerja keras dan banting tulang. Kami memperjuangkan buku kenangan kami untuk bangun dari kesalahan-kesalahan sebelumnya dan memperjuangkan nama baik Kolese Gonzaga sebagai salah satu sekolah dengan kekreatif-an yang tinggi dengan memenangan juara 2 lomba International Design School (IDS) Yearbook Competition 2010. Sebuah kata "kecewa" seakan-akan memberikan kesan yang buruk pada overall result yang ada. Orang-orang yang belum pernah melihat HASTA KARYA GONZAGA XXI ini pastinya akan men-judge buruk pada YB ini. Tipikal masyarakat kita adalah praduga tanpa bukti.
Akhirnya saya mention ke alumni tersebut. Kata saya: jerry thanks buat kritik YB #21nya. Jujur gw sangat berterima kasih. Akan gw sampain ke angk bawah juga. tapi tolong juga, kalimat yang"mengecewakan" sangat menohok banyak pihak. Yang menyakitkan bukan kritiknya tp klimat itu. :). Ya, secara frontal saya katakan. Selanjutnya percakapan kami pun berlangsung dengan santainya. Ia ingin mengulang percakapannya dengan mengatakan ia tidak bermaksud ofensif dan sebagainya. Saya tahu alumni ini, dia adalah teman dari sepupu saya, H, dan dia bukanlah orang yang jelek tabiatnya. Semua berakhir dengan kami saling meminta maaf dan mengatakan bahwa ini akan jadi pelajaran kedua belah pihak. Kami sudah mengerti maksud satu sama lain. He's a good guy at heart but maybe, just maybe his mouth doesn't do him any justice.
Intinya kenapa saya emosi dengan sebuah kata? Kami, pekerja Buku Tahunan Angkatan ke-21, telah mengerjakan semua ini dengan kerja keras dan banting tulang. Kami memperjuangkan buku kenangan kami untuk bangun dari kesalahan-kesalahan sebelumnya dan memperjuangkan nama baik Kolese Gonzaga sebagai salah satu sekolah dengan kekreatif-an yang tinggi dengan memenangan juara 2 lomba International Design School (IDS) Yearbook Competition 2010. Sebuah kata "kecewa" seakan-akan memberikan kesan yang buruk pada overall result yang ada. Orang-orang yang belum pernah melihat HASTA KARYA GONZAGA XXI ini pastinya akan men-judge buruk pada YB ini. Tipikal masyarakat kita adalah praduga tanpa bukti.
Sekarang saya sudah tenang dengan adanya saling mengerti antara kedua. Namun masih ada satu hal yang sangat meng-iritasi emosi saya. D sangat diminta untuk dirobek mulutnya karena telah merendahkan saya sebagai seorang pengecut, but in the reality really lu juga begitu. Lu juga g mention dan lu juga g membantu dalam proses pembuatan YB juga. SO SHUT THE FCUK UP! AND LET ME FINISH THE PROBLEM BETWEEN ME AND YOUR BOYFRIEND. Intinya lu mengganggu, dan IYA, lu menantang orang yang salah untuk berantem. Gw g takut. SAMA SEKALI.
But again thanks for the critiques JT. :)
and D, just go away.
0 komentar:
Poskan Komentar